memulai lembaran baru.
tanpa cureheart.
tanpa ghibah.
hanya untaian hikmah saja.
insyaAllah.
PINDAH ! ke-
www.khansakhairunisaa.blogspot.com
memulai lembaran baru.
tanpa cureheart.
tanpa ghibah.
hanya untaian hikmah saja.
insyaAllah.
PINDAH ! ke-
www.khansakhairunisaa.blogspot.com
‘’ sesungguhnya kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu, dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh ‘’
Al-ahzab : 72
Wahai diri!
Masihkah kau haus akan lantunan Al-Quran? Masihkah kau malu? Yaa Ayyuhalladziina aamanu limatakuluuna maa laa taf ‘alun… kaburo maqtan ingdaulohi angtakuluna maalaataf’alun.. sungguh besar kebencian Allah, jika kamu mengatakan apa apa yang tidak kamu kerjakan! Sedang kau tidur sepenuh kantuk, makan sepenuh perut, dan bicara sepenuh mulut!
Sadarkah engkau akan sebuah amanah besar? Ya! Allah tak berikan nikmatNya Cuma-Cuma melainkan harus kau manfaatkan tuk jalan taqwa,
Wahai hati!
Masihkah kau iri pada orang yang tak pantas? Takut pada kuasa yang tak perlu? Sedih akan hina dan cela sumbang? Padahal Allah tlah perintahkan tuk hanya iri pada mereka—Ahlul ‘Quran dan ‘ulama yang gunakan ilmunya di jalan Allah,
Wahai ruh!
Darimana kau kan dapatkan tenaga, sedang Al-Quran hanya ada di rongga mulutmu? Bukan di rongga hatimu! Sedang hatimu masih dipenuhi noktah tak perlu?
Malukah engkau?
Tidak! Engkau tak malu pada Allah!
Engkau hanya malu pada teman satu amanahmu! teman satu liqo’mu! Binaanmu! Atau—egomu terlalu besar tuk sekedar katakan tak mampu penuhi standar amal yaumian,
Benarkah kau punya mimpi jadi syuhada? Sedang hatimu tak menangis saat pahalamu gugur sedikit-demi sedikit karena berhala-berhala hatimu?
Sekali-kali tidak!! Bahkan Ibrahim pun harus menyembelih Ismal tuk buktikan hatinya tanpa berhala kecintaan yang berlebih!
Dan jika jalan ini jalan yang panjang, maka apakah yang telah engkau persembahkan??
Untuk Allah? untuk orang tuamu? untuk dunia?
Sedang masih kau pupuk kebiasaan buruk itu, ujub, riya, cinta dunia, sempit hati,
Wahai Qalbu!
Bersihkah engkau??
Hingga sulit ayat-ayat Al-Quran menempel padamu?
Kalau begitu, apa yang kau dakwahkan?? Bukankah Al-Quran adalah bahasa dakwahmu??
Kalau tidak, apa selama ini??
Tak lebih dari retorika biasa!!
Wahai pejuang!
Kalaulah engkau masih ingin disebut pejuang,
BERGERAKLAH!!
BERSEGERALAH!!
Jika tak sanggup berlari, berjalanlah!!
Jika tak sanggup berjalan, merangkaklah!!
Menyusuri relung-relung sisa waktumu,
Hingga harum mewangi darahmu kelak.
“setiap kalian akan memasuki pagi dan petang dalam takaran usia tersembunyi dari pengetahuan kalian. Bila engkau bisa untuk tidak melewatkan setiap jenak usia dengan amal kebaikan, maka lakukanlah! Tetapi kalian tidak akan bisa melakukannya tanpa pertolongan Allah. Maka BERGEGASLAH, menyusuri rentang-rentang kesempatan yang diberikan jatah usia itu, sebelum ia datang memupus segala pekerjaan” [Abu Bakar As-Shiddiq, dalam HR. Thabrani]
Ketika kubaca firmanNya,
“sungguh tiap mu’min bersaudara”
Aku tahu,
Ukhuwah tak perlu diperjuangkan
Tak perlu,
Karena ia hanyalah akibat dari iman
…
Ya,
Kubaca lagi firmanNya,
“sungguh tiap mu’min bersaudara”
Aku makin tahu,
Persaudaraan tidak perlu diperjuangkan
Karena saat ikatan melemah,
Saat keakraban merapuh,
Saat salam terasa menyakitkan,
Saat kebersamaan serasa siksaan,
Saat pemberian bagai bara api,
Dan justru saat kebaikan melukai,
Aku tahu,
Yang rombeng bukan ukhuwah kita
Hanya,
Iman-iman kita yang sedang sakit atau menjerit
Mungkin dua-duanya,
Mungkin kau saja,
Tentu terlebih sering,
Imankulah yang compang-camping.
Kubaca firman persaudaraan itu,
Dan aku makin tahu,
Mengapa di kala lain diancamkan,
“para kekasih pada hari itu, sebagian menjadi musuh sebagian yang lain.. kecuali orang-orang yang bertaqwa”
Salim a fillah dalam bukunya.
sungguh ukhuwah itu bukan meminta
namun ia datang seiring dengan tsiqah
tadhiyah
dan juang bersama
kau tak kan sungkan tuk meminta tolong
terlebih berusaha tuk bertanya, apa yg bisa ditolong
fahmu
saudaranya punya kekurangan
bersyukur
punya saudara yang bisa diandalkan
tanpa ragu maju
bersama-kuatkan kita tuk lewati masalah demi masalah
selalu ingat
bersama kesulitan ada kemudahan
barangsiapa yg menolong agama Allah maka Allah akan menolongnya
sungguh saudara2 ku
ku berbangga punya saudara sepertimu
AllahuAkbar!
laa raahata lil mu’min illaa fil jannah
“..Ya Tuhanku lapangkanlah dadaku mudahkanlah untukku urusanku&lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka mengerti perkataanku..” QS. Taha 25-28__Lis SF07
bila hati gelisah, tak tenang, tak tentram.. bila hatimu goyah,terluka,merana.. jauhkah hti ini dari Tuhan, dari 4WI? hilankah dalam hati,zikirku,imanku? hanya dgn 4WI htimu akn mjd tnang.. dgn mengingat 4WI hlanglah smw kglisahan.. cukuplh hanya 4Wi,hti brgntg,brserah diri..__Nadia MA07
mgkn kita bpikir amal kita sdh ckp untuk mmbli jannahNya.mrasa tak perlu lagi mnmbah krj u/ mnjauhi naarNya, bhrga pjuangn seumur hdp.dan mghndr naarNya prlu krj spjg usia. tetaplah tangguh sdriku.smg mkin dkt dg maqam trtinggi.__T’Cici MA05
sungguh org2 yg briman&mngrjakn aml kbaikan,bg mrk pahala yg tiada putus2ny QS.41:8. jk kau tdk bs trbg,berlarilah.jk tdk bs brlari,berjalanlah.jk tdk bs brjalan,mrangkaklah.bgmnpn jg,trsrh brgrak saudaraku!__Mata’ iv
smg diberi kesehatan dan kecerdasan oleh Allah swt,amien__mmh
wahai 4WI kmi dtg.. mmnuhi panggilanMu.. tiadalah skutu untukMu..sgala puji&kuasa untukMu..kmi mraba tanpa cahaya.. kmi yg lupa,hina,dan papa.. dhdpnMu yg mahaindah.. dhdpnMu yang mahamulia..izinkn hmba brmanfaat utk seisi bumi ini sblm Engkau memanggil hmb kmbali Ya Rabbi.amin__Nadia MA07
ktknlh,ssungguhnya kmatian yg km iri drpdnya,ia psti mnmui km,kmudian km akn dikmbalikn kpd(4WI),yg mngtauhi yg gaib&yg nyata,llu Dy britakn kpdmu ap yg tlh km krjakan(62:2)__Nadia MA07
sesungguhnya malaikat itu membentangkan sayapnya untuk org yg mnuntut ilmu krn ridho dgn apa yg ia lakukan (HR.Ahmad__Mata’iv
jagalah Allah,niscaya engkau akn snantiasa mndapatiNya di hadapanmu.knalilah Allah di wkt lapang niscaya Dia akn mngenalimu saat kesulitan,ktahuilah bhw apa yg luput drmu tdk akan mnimpamu & apa yg mnimpamu tdk akn luput drmu.ktahilah bhw kmnngn itu sll mengiringi ksabaran,jln keluar sll mengiringi cobaan, &kmudahn sll mengiringi ksusahan (HR.Tirmidzi)__Aya MS07
Tipsznya : 1.bc doa sblm ujian 2.krjakn sbisanya 3.kalo ad wkt krjain soal yg susah 4.kalo udh pusing tdr aj 5.gak smua yg km dgr it bnr. -prcy diri aj- __Reni TI07
ssungguhnya mnusia dcptkn brsft kluh ksah lg ki2r.jk ditmpa ksshn,ia pts asa,n jk mndpt kbaikn ia amt ki2r,kcuali org2 yg mngrjkn slt. QS.Al Ma’arij :19-22__Lis SF07
dan org2 yg paling dlu briman,mrekalah yg paling dulu msuk surga. mreka itulah yg didktkan pd Allah,brada dlm jannah knikmtn, sbagian bsr dr org trdahulu dn sgolongn kcil dr org2 generasi trakhir. QS 56:10-14__Ucie SF07
ktk msbh mnmpa,bncn mlanda,n tragedi trjadi,kt yg trtmpa akn sll brsru ” Ya Allah”.ktk smw cr tk mmpu mnyelesaikn,stp jln trasa smpit,hrpn pts,n smw jln mmbuntu,kt pun mnyeru “Ya Allah”.Ya..Allah,nm yg plg bgs,su2nan hrf yg plg indh,ungkpn yg plg tulus,n kt yg sgt brhrg.Allah,drNya smw ksh syg,prhatian,prtolongn,bntuan,cnt,n kbaikn.just From Allha, la tahzan innallaha ma’ana__Lis SF07
Kulihat RAMADHAN dr kjauhan.. ku dkati lalu kusapa ia,”Hendak kmana?” dgn lembut ia berkata “Aku harus pergi,mungkin jauh&sgt lama.. tlg sampaikan psanku untuk si MUKMIN:SYAWAL tlah tiba,ajaklah SABAR u/ tmani hri2 dukanya. pluklah ISTIQAMAH saat dia kelelahan dlm prjalann TAQWA,brsandarlah pd TAWADHU saat ksmbgn mnyerang.mintalah nasihat dr AL-QURAN dan SUNNAH d stiap masalah yg dihadapi. sampaikan pula salam & trimakasih u/nya krn tlah mnyambutku dgn sk cita.klak,akan kusambut ia di syurga dari pintu AR-RAYYAN..__T’Elih MA06
ukh,mrilah mjd org yg ttp tguh dkala yg lain angkuh,ttp sbr dkala yg lain ingkar,ttp tgar dikla yg lain trlmpar,smg qt mnjadi hamba yg dcintaiNya__Dhilah KI07
Ada yg mngeluh & jenuh,akhirnya gugur & jatuh, ia berkata “LELAH”.. ada jg yg penat,tubuhnya lelah tp smangatnya kuat,ia brkata “LILLAH”.. krn ALLAh..ttp smgt&slalu smgt! ukirlah sjarah trindah dlm prjuangan ini dgn cinta, harap, dan takut hanya kpdNya.. ayo smangat!__Layung TI07
jk smua orang bpikir utk mlakukn hal yg bsar,lalu siapa yg akn mlakukan hal yg kcil?bknkah sbuah bangunan kokoh brasal dr tmpkn batu bata?bukankah sbuah pjalann brawal dr sbuah langkah? teman,tahukh engkau bhwasnya hanya sebuah hal kecil yg orang tua kt inginkan?kt cinta.__Ucie SF07
tdklah seorang hamba mminta prlindungan dr neraka smp 7x mlainkn mreka brkata “ssungguhnya hambaMu si Fulan mminta prlindungan drku, mk lindungilah ia drku.”&tdklah seorang hamba mminta surga smp &x mlainkan surga brkata “ya Tuhanku, ssungguhnya hambaMu si Fulan mmintaku,mk masukanlah ia kepadaku!”(HR.Muslim)__Aya MS07
ssungguhnya hartamu & anak2mu hanyalah cobaan(bagimu);di sisi Allah-lah pahala yg besar.(QS.At-Taghaabun:15)__Citra MS07
Apakabar hatimu?mshkh ia spt embun?mrunduk tawadu’ dipucuk2 daun.. masihkh ia spt karang?bdr tgar mghdp glombg ujian.. apakbr imanmu? masihkah ia spt bintang?trg bndrg mnrangi khdpn..shbt..dmnpun kalian,smg ridho Allah snantiasa bsrta..amin__Nadia MA07
hadits 3 prkara yg mmbinasakn adlh sifat kikir,mngikuti hawa nafsu, dan bangga diri__Prisa MT07
ssungguhnya hr ini adlh 1 hari diantara hr2 Allah.tdk pntas diisi dgn kbanggaan & ksmbgn,mr qt ikhlaskn amal qta& qta mnuju Allah dgn amal tsb.smgt uasx ukh__Dhilah KI07
berbekallah,dan ssungguhnya sbaik2 bkal adalah takwa. dan bertakwalah kpd Ku hai org2 yg brakal QS 2:197__T’Elih MA06
siapa sj yg mnjadikan dunia sbg tujuannya,Allah mncrai-braikn urusannya & mnjadikn kmsknn mmbayang di pelupuk matanya;tdk akn dtg kpdnya bgn dr dunia kec yg tlah ditetapkan untuknya. siapa yg mjdkn akherat sbg tujuannya, Allah menghimputkn untuknya urusannya &mjadikn kkayaannya ada di dlm hatinya &dunia mndatanginya,smntara dunia itu remeh &rendah (HR.Ibnu Majah)__Aya MS07
Padahal mrk hanya dprintah mnyembah Allah dgn ikhlas menaatiNya QS 98:5 smg keikhlasn sll mmbgkai stiap amal yg qt lakukn__Sari MT07
ap yg mnarik dri manusia? jk mnderita mereka slalu brtanya “mngapa harus aku?” tapi..saat bahagia mreka tak prnah brtanya “mngapa harus aku?”__santi TK07
ssungguhnya Tuhanmu sangat pemalu lg maha mulia. dia malu bila seseorang hambaNya mengangkat kdua tangan untuk brdoa lalu ia mnarik kdua tgnnya dlm keadaan kosong tanpa hasil(HR Abu dawud,ibnu majah)__Ucie SF07
orang mukmin tidak akan tersesat (terjerumus) 2 kali dalam lubang yang sama (HR.Bukhari Muslim)__Qorri MS07
Muslim mrwytkan dr Abu Dzar R.A. ia brkata “Nabi SAW prnah brsabda kpdku : ’skali2 jgnlah engkau mremehkan kbaikn meskipun skdr brtemu saudaramu dgn wajah ceria”.__Ira MA07
jk hati s2ornag tlh brsih & suci, niscaya ia takkan kenyang mrasa utnuk terus mnerus mmbaca Al-Quran (utsman ra&hudzaifah ra)__T’Elih MA06
ssungguhnya Aku tdk mnyia2kn aml org2 yg bramal diantara kmu, baik laki2 maupun prempuan (al-imran:195)__dhilah KI07
ssungguhnya kpahlawanan itu muncul dari ksabaran, ketegaran, ksungguhan,dan kerja yg tdk mngenal lelah (Hassan Al-banna)__Layung TI07
ssungguhnya org2 mukmin yg sbnrnya a/ mreka yg brimn kpd Allah & rasulNya ,kmudian mreka tdk ragu2 bjihd dgn hrta & jiwanya di jalan Allah. mrk itulah org2 yg bnar QS 49:15__T’Retno KL05
seorang hamba itu hdp dgn 2 sayap, sayap sabar&syukur.kkuatan k2nya dpngaruhi o/ keimanan & taqwanya. jk ksabaran hbs,mk taqwanya berarti jg tlh habis..”wahai org2 briman, bsabarlah&kuatkanlah ksabaranmu..QS Ali Imran:200__T’Wulan MB06
kbajikan yg ringan adalah mnunjukkan muka yg brseri-seri dan mgucapkn kata2 yg lemah lembut (umar bin khattab)__Sari MT07
ssungguhnya bruntunglah org2 yg briman yaitu org2 yg khusyuk dlm sholatnya&org2 yg mnjauhkan diri dr prbuatan&prkataan yg tdk brguna (QS Al-Mu’minun : 1-3)__Putri MS07
______________________________________________
bismillahirrahmaanirrahiiim.
delete all.
yes.
“Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga hati (akal) mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar? sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada”
(Al-Hajj : 46)
ada sebuah artikel yang sungguh bagus
sy sebenarnya dengar di MQ, cuma baru sekarang berhasil dapat salinannya .
mari mulai-
iqra! bacalah dengan hatimu.
bismillahirrahmanirrahim–
AKU TIDAK LEBIH DULU MASUK SURGA
Abu Tilmidz
Aku tidak tahu dimana berada. Meski sekian banyak
manusia berada disekelilingku, namun aku tetap merasa
sendiri dan ketakutan.
Aku masih bertanya dan terus bertanya, tempat apa ini,
dan buat apa semua manusia dikumpulkan. Mungkinkah, ah
… aku tidak mau mengira-ngira.
Rasa takutku makin menjadi-jadi, tatkala seseorang
yang tidak pernah kukenal sebelumnya mendekati dan
menjawab pertanyaan hatiku. “Inilah yang disebut
Padang Mahsyar,” suaranya begitu menggetarkan jiwaku.
“Bagaimana ia bisa tahu pertanyaanku,” batinku. Aku
menggigil, tubuhku terasa lemas, mataku tegang mencari
perlindungan dari seseorang yang kukenal.
Kusaksikan langit menghitam, sesaat kemudian bersinar
kemilauan. Bersamaan dengan itu, terdengar suara
menggema. Aku baru sadar,
inilah hari penentuan, hari dimana semua manusia akan
menerima keputusan akan balasan dari amalnya selama
hidup didunia. Hari ini pula akan ditentukan nasib
manusia selanjutnya, surgakah yang akan dinikmati atau
adzab neraka yang siap menanti.
Aku semakin takut. Namun ada debar dalam dadaku
mengingat amal-amal baikku didunia. Mungkinkah aku
tergolong orang-orang yang mendapat kasih-Nya atau
jangan-jangan …
Aku dan semua manusia lainnya masih menunggu keputusan
dari Yang menguasai hari pembalasan. Tak lama
kemudian, terdengar lagi suara menggema tadi yang
mengatakan, bahwa sesaat lagi akan dibacakan daftar
manusia-manusia yang akan menemani Rasulullah SAW di
surga yang indah. Lagi-lagi dadaku berdebar, ada
keyakinan bahwa namaku termasuk dalam daftar itu,
mengingat banyaknya infaq yang aku sedekahkan.
Terlebih lagi, sewaktu didunia aku dikenal sebagai
juru dakwah. “Kalaulah banyak orang yang kudakwahi
masuk surga, apalagi aku,” pikirku mantap.
Akhirnya, nama-nama itupun mulai disebutkan. Aku masih
beranggapan bahwa namaku ada dalam deretan penghuni
surga itu, mengingat ibadah-ibadah dan
perbuatan-perbuatan baikku. Dalam daftar itu, nama
Rasulullah Muhammad SAW sudah pasti tercantum pada
urutan teratas, sesuai janji Allah melalui Jibril,
bahwa tidak satupun jiwa yang masuk kedalam surga
sebelum Muhammad masuk. Setelah itu tersebutlah para
Assabiquunal Awwaluun. Kulihat Fatimah Az Zahra dengan
senyum manisnya melangkah bahagia sebagai wanita
pertama yang ke surga, diikuti para istri-istri dan
keluarga rasul lainnya.
Para nabi dan rasul Allah lainnya pun masuk dalam
daftar tersebut. Yasir dan Sumayyah berjalan tenang
dengan predikat Syahid dan
syahidah pertama dalam Islam. Juga para sahabat
lainnya, satu persatu para pengikut terdahulu Rasul
itu dengan bangga melangkah ke tempat dimana Allah
akan membuka tabirnya. Yang aku tahu, salah satu
kenikmatan yang akan diterima para penghuni surga
adalah melihat wajah Allah. Kusaksikan para sahabat
Muhajirin dan Anshor yang tengah bersyukur mendapatkan
nikmat tiada terhingga sebagai balasan kesetiaan
berjuang bersama Muhammad menegakkan risalah. Setelah
itu tersebutlah para mukminin terdahulu dan para
syuhada dalam berbagai perjuangan pembelaan agama
Allah.
Sementara itu, dadaku berdegub keras menunggu giliran.
Aku terperanjat begitu melihat rombongan anak-anak
yatim dengan riang
berlari untuk segera menikmati kesegaran telaga
kautsar. Beberapa dari mereka tersenyum sambil
melambaikan tangannya kepadaku.
Sepertinya aku kenal mereka. Ya Allah, mereka
anak-anak yatim sebelah rumahku yang tidak pernah
kuperhatikan. Anak-anak yang selalu menangis kelaparan
dimalam hari sementara sering kubuang sebagian makanan
yang tak habis kumakan.
“Subhanallah, itu si Parmin tukang mie dekat
kantorku,” aku terperangah melihatnya melenggang ke
surga. Parmin, pemuda yang tidak pernah lulus SD itu
pernah bercerita, bahwa sebagian besar hasil dagangnya
ia kririmkan untuk ibu dan biaya sekolah empat
adiknya. Parmin yang rajin sholat itu, rela berpuasa
berhari-hari asal ibu dan adik-adiknya di kampung
tidak kelaparan. Tiba-tiba, orang yang sejak tadi
disampingku berkata lagi, “Parmin yang tukang mie itu
lebih baik dimata Allah. Ia bekerja untuk kebahagiaan
orang lain.” Sementara aku, semua hasil keringatku
semata untuk keperluanku.
Lalu berturut-turut lewat didepan mataku, mbok Darmi
penjual pecel yang kehadirannya selalu kutolak,
pengemis yang setiap hari lewat depan rumah dan selalu
mendapatkan kata “maaf” dari bibirku dibalik pagar
tinggi rumahku. Orang disampingku berbicara lagi
seolah menjawab setiap pertanyaanku meski tidak
kulontarkan, “Mereka ihklas, tidak sakit hati serta
tidak memendam kebencian meski kau tolak.”
Masya Allah … murid-murid pengajian yang aku bina,
mereka mendahuluiku ke surga. Setelah itu,
berbondong-bondong jama’ah masjid-masjid tempat biasa
aku berceramah. “Mereka belajar kepadamu, lalu mereka
amalkan. Sedangkan kau, terlalu banyak berbicara dan
sedikit mendengarkan. Padahal, lebih banyak yang bisa
dipelajari dengan mendengar dari pada berbicara,”
jelasnya lagi.
Aku semakin penasaran dan terus menunggu giliranku
dipanggil. Seiring dengan itu antrian manusia-manusia
dengan wajah ceria, makin panjang. Tapi sejauh ini,
belum juga namaku terpanggil. Aku mulai kesal, aku
ingin segera bertemu Allah dan berkata, “Ya Allah,
didunia aku banyak melakukan ibadah, aku bershodaqoh,
banyak membantu orang lain, banyak berdakwah, izinkan
aku ke surgaMu.”
Orang dengan wajah bersinar disampingku itu hendak
berbicara lagi, aku ingin menolaknya. Tetapi, tanganku
tak kuasa menahannya untuk berbicara. “Ibadahmu bukan
untuk Allah, tapi semata untuk kepentinganmu
mendapatkan surga Allah, shodaqohmu sebatas untuk
memperjelas status sosial, dibalik bantuanmu tersimpan
keinginan mendapatkan penghargaan, dan dakwah yang kau
lakukan hanya berbekas untuk orang lain, tidak
untukmu,” bergetar tubuhku mendengarnya.
Anak-anak yatim, Parmin, mbok Darmi, pengemis tua,
murid-murid pengajian, jama’ah masjid dan banyak lagi
orang-orang yang sering
kuanggap tidak lebih baik dariku, mereka lebih dulu ke
surga Allah. Padahal, aku sering beranggapan, surga
adalah balasan yang pantas untukku atas dakwah yang
kulakukan, infaq yang kuberikan, ilmu yang kuajarkan
dan perbuatan baik lainnya. Ternyata, aku tidak lebih
tunduk dari pada mereka, tidak lebih ikhlas dalam
beramal dari pada mereka, tidak lebih bersih hati dari
pada mereka, sehingga aku tidak lebih dulu ke surga
dari mereka.
Jam dinding berdentang tiga kali. Aku tersentak bangun
dan, astaghfirullah…, ternyata Allah telah
menasihatiku lewat mimpi malam ini.
___________________________________________________________
menangislah! jika tidak bisa menangis,maka menangislah karenanya!
sesungguhnya hanya mata-mata yang menitikan air mata karena takut padaNya yang kan Allah lindungi di yaumil kelak.
demi matahari dan sinarnya pada pagi hari
demi bulan apabila mengiringinya
demi siang apabila menampakkannya
demi malam apabila menutupinya
demi langit serta pembinaannya
demi bumi serta penghamparannya
demi jiwa serta penyempurnaannya
maka Dia mengilhamkan kepadanya jalan kebatilan dan ketakwaan
sungguh beruntung bagi orang yang menyucikan jiwanya
as-syams 1-9
Imam
Ummat
dan Ummi
berasal dari kata dasar yang sama.
ketiganya berkait saling mempengaruhi.
berbeda namun berpola sama.
memiliki hubungan implikasi jika-maka.
lihatlah negerimu dari ummi/wanita2nya.
lalu kau kan tau kelak kita kan jadi apa.
lima, sepuluh, lima belas, dua puluh, lima puluh tahun kemudian.
seperti apakah polah imam/pemimpin2 kita?
lalu,bagaimana wajah ummatnya?
jawablah.
membina merupakan sebuah pekerjaan yang menyenangkan.
dibalik tantangan di garis start, yaitu ketika kita harus bersabar terhadap apapun yang terjadi
–diantaranya sulitnya berkomunikasi dengan adik karena beda tipe kepribadian, adik tak kunjung terikat hatinya, komitmen adik untuk datang ke majlis masih kurang, kepahaman yang tak merata antar adik, sampai sulit mencocokkan jadwal–
ternyata tersimpan ibroh yang besar
bahwa inilah sarana upgrading dan dauroh kita yang sebenarnya. bukan untuk adik, ini untuk kita!
saya meyakini bahwa dauroh ialah sebuah proses. walaupun diawali dengan mabit, materi, dll, sebenarnya itu bukan akhir, namun sebuah trigger awal. kita kan lebih memahaminya seiring dengan berjalannya waktu. demikian juga saat mementor.
hari hari yang dilalui saat mementor penuh warna warni. kadang senang–saat adik yang datang bisa fullteam, saat dengan sadar kita melihat perkembangan positif dari dari si adik hari demi hari, atau saat si adik sudah mulai izin ketika telat atau hendak tak datang mentoring.
pun kadang sedih juga. ketika kita sudah datang- adik2 belum datang-bahkan sampai satu jam kemudian, atau saat kita telah bersiap dengan materi yg kan disampaikan tiba2 yang datang hanya 2, bahkan pernah tidak satupun.
tapi kalau dirunut sebenarnya lebih banyak senangnya daripada sedihnya.
ketika kita menyampaikan materi, sungguh itu sebenarnya adalah sebuah introspeksi besar terhadap diri kita sendiri. pun ketika saya menuliskan tulisan ini.
saat menyampaikan suatu materi, kita kan terngiang-ngiang atas apa yang kita katakan, terlebih karena saat penyampaiannya disaksikan oleh banyak orang (adik2 mentor kita). saat menyampaikan materi ’sabar’, untuk kemudian, kita kan belajar tuk sabar ; saat menyampaikan materi ‘ikhlas’, sungguh, di dalam hati selalu was-was bahwa niat ini tidak lurus saat menyampaikannya. namun-setidaknya-kita kan terpacu tuk laksanakan itu. jika pada akhir majelis, sang adik berucap ‘jazakillah’, namun sesungguhnya, jauh di lubuk hati, harusnya sang mentor lah yang berucap demikian.
mengapa tidak? setiap kali bertemu adik2nya, setidaknya seorang mentor harus mengazzamkan satu hal, bahwa ia kan berusaha tuk amalkan apa yang dikatakannya.
membina dan dibina bagaikan air di dalam teko. jika teko tersebut tidak diisi, mana mungkin ia dapat menuangkan air. demikian juga jika teko tersebut diisi, namun tidak pernah dituangkan hingga menggenang jentik nyamuk.
begitupun.
mengutip lagi, dari seorang murobbi sejati, salah seorang penggiat dakwah sekolah yang berjuang tak kenal henti,
“kader seperti apa sih yang kita inginkan? jika kita ingin kader yang militan, maka kita pun harus berusaha tuk itu, jika ingin kader yang luas tsaqafahnya, ya kita juga harus berusaha lebih giat lagi tuk tambah tsaqafah.
karena kita tidak akan pernah memberi apa yang tidak kita punya! segitu yang kita punya, ya segitu yang kita berikan!”
inilah maksud dari : ‘mengapa teko harus diisi tuk dapat menuangkan air’.
Perkataan teteh tadi sangat mengiris hati. apalagi saat saya mendengarnya langsung dari mulutnya sendiri, dengan ekspresi yang berapi-api. malu sekali. sangat.
yang kedua, ‘jika air dalam teko dibiarkan tak mengalir, maka jentik nyamuk kan menggenang’.
contoh kasusnya, ketika seorang yang sudah lama dibina, namun enggan mempunyai binaan karena merasa belum siap.
yakinlah, bahwa menunggu kita sempurna baru bergerak tak kan sampai kita tuk memulai. kapan sih kita bisa sempurna? layaknya limit mendekati nol pada kalkulus, manusia hanya sanggup tuk mendekati sempurna, namun tidak pernah sampai menyentuhnya.
masalah kemampuan retorika? ah itu sih nomor sekian. ketika sebuah materi sampai kepada sang adik, bukan karena kitalah yang menyampaikannya, namun karena Allah menginginkan dirinya tuk dapatkan itu–melalui perantara kita.
beberapa saya lihat murobbi2 yang tak terlalu banyak memakai kata2 kiasan, atau peribahasa, atau kata2 mutiara, bahkan gaguk saat menyampaikan materi, namun ibrohnya tetap sampai pada sang adik. sang adik tetap konsisten datang tiap pekannya. inilah contoh nyata dari yang saya dengar dari seseorang di suatu hari, bahwa yang menyebabkan adik konsisten datang hanyalah ketulusan hati kita, bukan karena retorika ataupun makanan yang kita bawa
see? oleh karena itu, tidak ada alasan lagi bukan?
mari. charge lagi semangat membina kita.
“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraannya). oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.” an-nisa : 9